Oleh: purworejopkm | 13 November , 2010

apakah masih mau bertahan dengan rekam medis kertas ?

perkembangan jaman membuat kita menyesuaikan diri dengan kondisi. hutan semakin berkurang. padahal berapa tumbuhan adalah bahan baku kertas. dilain pihak pengolahan data menggunakan kertas sudah dianggap tidak efisien dalam praktek sehari-hari.

mari kita mencari solusi baru dengan soft rekam medis.

Oleh: purworejopkm | 9 Juli , 2010

PENDAFTARAN VIA SMS

Handphone bukan lagi barang mahal. melainkan sudah masuk  kebutuhan sekunder. dengan kondisi itu, maka mulai tanggal 5 juli 2010, Puskesmas kami mengaplikasikan sms untuk pendaftaran di Puskesmas. dengan mengetik daf kemudian nomer kartu spasi poli yang dituju, maka otomatis terdaftar di loket. untuk mengecek nomer antrian saat ini, dengan mengetik cek  spasi nomer kartu dan poli nya.

tujuan penggunaan aplikasi ini adalah bagi masyarakat yang mempunyai banyak kesibukan, bisa memanfaatkan fasilitas kesehatan ditengah kerjanya . di sisi petugas, mengurangi beban kerja bagian loket. karena pasien sudah mengetik pendaftaran sendiri. sehingga hanya pasien baru saja yang di daftar petugas loket. dampak yang diharapkan adalah mengurangi kehilangan kartu, karena nomer kartu bisa di simpan di hand phone. semoga kedepan memberikan manfaat. amin

Oleh: purworejopkm | 14 Mei , 2010

ukk dan program penyakit tidak menular di simpus.

sebenarnya puskesmas sudah mengcover /melaksanakan kegiatan kesehatan kerja. namun karena belum di dokumentasikan dengan tertib, maka kegiatan ini menjadi belum bisa di pertanggungjawabkan. dokumentasi secara manual akan memberatkan petugas di klinik. karena harus banyak buku bantu yang haru di isi . jika itu dilakukan maka petugas tersebut bisa dijamin masuk kategori petugas teladan. karena di samping ukk sudah banyak buku bantu lain yang harus di isi.

setelah melihatformulir  laporan kesehatan kerja yang di berikan dari depkes, di simpulkan bahwa laporan itu bisa di ambil di puskesmas. dengan sedikit penambahan, maka simpus sudah siap menajalankaan program ukk dan penyakit tidak menular. enjoy saja.

Oleh: purworejopkm | 15 Maret , 2010

bagan mtbs update 2008

sudah beberap kali mtbs mengalami update. untuk perbaikan  atau menyesuaikan dengan ilmu terbaru. silahkan ambil bagan uodate 2008. di sini

Oleh: purworejopkm | 25 November , 2009

rawat inap

simpus kami sudah kami tambah dengan fitur rawat inap. sejak versi 1.5 ini kami sudah mengembangkan dengan posyandu. yang sudah kami sesuaikan dengan laporan ke provinsi

Oleh: purworejopkm | 25 November , 2009

berubah atau diubah

Tuntutan zaman selalu berubah. Untuk menuju masyarakat yang lebih baik. Apalagi paradigma sosial bangsa telah berubah secara cepat. Dari dahulu seorang pejabat adalah yang menentukan jalanya pemerintahan.

sekarang  paradigma itu berubah menjadi  pelayan masyarakat. Mengikuti kemauan masyarakat. Di bidang kesehatan paradigma itu di wujudkan dalam citizen charter. Masyarakat ikut menentukan kebutuhanya dengan kontrak. Yang terbaru adalah adanya ombudsman.sehingga akan membuat semua instansi akan selalu disoroti. Termasuk kinerja puskesmas. Jika selama ini laporan – laporan tidak ada yang mengkoreksi, mungkin sebentar lagi akan dimonitor oleh keompok masyarakat pengguna jasa. Bahkan menjadi harta berharga dalam hal pertanggung jawaban kinerja. Komputerisasi adalah solusi yang tidak terelak kan lagi. Akurasi data dan kecepatan proses pengolahan data menjadi informasi akan semakin di butuhkan, karena proyek dan program tidak lagi semau gue. Melainkan harus bisa diperhitungkan manfaat dibanding biaya. Jika mencurigakan bisa di selidiki KPK. Data akan sangat memegang peranan dalam pembangunan kesehatan. Tidak bisa lagi berdasar like and dislike.
Untuk itu komputerisasi semua data kegiatan puskesmas akan mempermudah mengolah, membagikan kepada yang berkepentingan. Juga dalam hal kemudahan penyimpanan.
Paradigma lain yang perlu di ubah adalah masalah total cover data. Dulu data puskesmas menggambarkan data kesehatan suatu wilayah. Karena dalam wilayah puskesmas tersebut hanya puskesmas saja yang merupakan tempat pelayanan kesehatan. Sektor swasta hanya prakek dokter puskesmas dan paramedis karyawan puskesmas. Sehingga jika suatu kasus penyakit, cukup dilihat dari puskesmas tersebut. Dengan berkembangnya waktu, pembangunan dan pendidikan. Sektor kesehatan adalah bisnis yang menguntungkan, sehingga bermunculan tempat pelayanan swasta. Sehingga puskesmas sebagai penanggung jawab wilayah berkewajiban untuk mengcover data di semua sektor swasta. Karena tidak semua warga di wilayah puskesmas memanfaatkan puskesmas. Dan nantinya jika menampilkan data wilayah kerja, hanya di ambil dari data puskesmas, akan sangat rawan di kritisi.
Dengan demikian perlu di persiapakan suatu sistem informasi yang mampu menampung dan menyediakan bagi sektor swasta yang terus berkembang sesuai dinamika. Agar jika ada penambahan tempat pelayanan, tidak kesulitan memanage.

Oleh: purworejopkm | 29 Oktober , 2009

simpus di puskesmas pembantu

sejak bulan agustus 2009 pustu wironini kelurahan purworejo sudah menggunakan komputer untuk merekam kegiatan rawat jalan. dan sudah tidak pakai kertas lagi. apakah perlu membuat singkatan lagi untuk membuat istilah komputerisasi di puskesmas pembantu ? kalau dilihat dari isinya sebenarnya tidak perlu. karena isinya sama persis dengan simpus. hanya yang dipakailebih sedikit. yaitu ruang loket, bp, kia, kb dan obat. laborat dan ruang gigi. tidak dipakai. tetapi kadang ada juga yan dengan motivasi membuat penasaran.
marketing, simpus itu di namakan lagi biar lebih di kenal. dan membuat penasaran. penggunaan simpus di pustu ini sebenarny sudah kami rencanakan saat awal pembuatan simpus. jadi kami tidak kesulitan masalah pengkodean pasien. masala impor ekspor data ke puskesmas induk pun sudah kami siapkan dan dalam beberapa waktu kedepan akan kami implementasikan. untuk saat ini masih mengcopy laporan penyakit ke excel dan di simpan di flash disk.

Software system informasi rawat jalan kami yang baru telah menggunakan ajax dan svg. Sehingga banyak peningkatan kemampuan dan mempermudah kami memperoleh informasi.

sis1

Pada bulan ini kami memonitor mulai dari data kunjungan pasien ke puskesmas. Sampai kia,kb.

Dari poli Kia, kami mempunyai data yang menarik. .

k1

Bumil baru kami tiap bulan antara 12 s/d 24 orang. Sedangkan kunjungan perbulannya adalah antara 50 s/d 70 kunjungan.

bumil

Dari kunjungan tersebut yang resti antara 5 s/d 20 bumil. Atau sekitar 10 %.

resti

Untuk kb, kunjunganya adalah sekitar 27 s/d 55 akseptor perbulan.

kb

Akseptor barunya dibawa 10 perbulan.

Grafik penyakit tb pasien baru perbulan antara 3 s/d 9 orang.

tb

Yang justru banyak kasus baru adalah penyakit non infeksi.

ht

Hipertensi yang tiap bulannya antara 30 s/d 45 kasus. Padahal di software kami sudah ada pencegah pasien kasus lama kemudian di tulis baru. Bahkan jika satu orang terdaftar lebih dari satu kali, akan langsung di batalkan. Mungkinkah penyakit di pasuruan sudah bergeser kea rah non infeksi ?

Bahkan penderita TB baru kalah dengan DM baru yang mencapai 5 s/d 15 pasien perbulan.

dm

tuntutan masyarakat saat ini adalah pelayanan yang baik , cepat, mudah dan ekonomis. pelayanan kesehatan juga tidak luput dari permintaan itu. saat ini bukan zamanya lagi pegawai adalah pengusa. pegawai adalah pelayan.

cara pertama adalah komputerisasi. dengan komputerisasi, pencarian medical record jadi cepat. mencegah pencatatan ulang diagnosa . juga mengurangi jumlah petugas.

selanjutnya , mengenai surat menyurat pasien. jangan biarkan pasien anda mengambil surat, atau hanya minta stempel di ruang lain. ini akan membuat pasien anda kelelahan. persiapkan surat rujukan, surat istirahat dan lain – lain. di ruang anda dan pastikan sudah di stempel instansi anda. untuk stempel dokter, bawalah di ruang pemeriksaan. ini akan membuat pasien anda merasa lebih nyaman. dan , mengurangi stress untuk mencari ruangan yang di tuju. terutama bagi yang baru pertama kali berobat.

jangan biarkan pasien menumpuk , baru di layani.

hapus bagian loket. dengan menghapus bagian ini lalu mengubah menjadi bagian informasi, akan membuat pasien lebih di perhatikan dan tidak di biarkan kebingungan. segala pembayaran loket di serahkan ke poli masing- masing. perubahan ini memberi dampak, pasien tidak terlalu sering antri. untuk menghilangkan bagian ini , syaratnya harus komputerisasi.

pastikan ruang pemeriksaan penunjang (lab ), berdekatan dengan poli dan mudah di akses.

siapakan kotak saran untuk perbaikan terus menerus. dan jangan banyak memberi alasan kepada setiap kritik. akan membuat yang ,memberi saran menjadi malas memberi masukan.

Oleh: purworejopkm | 25 Oktober , 2008

Surveilans kunjungan di PKM Purworejo Induk oktober 08.


Dari grafik tersebut pasien terbanyak justru dari luar wilayah puskesmas. Ini tentu tidak sesuai dengan kebiasaan. Seharusnya wilayah sekitar puskesmas yang paling banyak mengakses pelayanan. Letak Puskesmas yang berada di perbatasan kelurahan kebonagung dengan pohjentrek . Letak geografis puskesmas berbatasan langsung dengan kabupaten pasuruan. Sehingga kemungkinan perbedaan tarif yang lebih murah membuat masyarakat kabupaten pasuruan memilih berobat ke puskesmas ini. Di lain pihak, di sekitar puskesmas banyak klinik kesehatan. Ini juga mengurangi porsi akses.

Dilihat dari proyeksi jumlah penduduk tahun 2008 * ( sumber BPS)

Kelurahan Jml penduduk Jml pasien %
1. Purworejo 12467 1016 8,15
2. Kebonagung 8513 1209 14,2
3. Purutrejo 5535 665 12,01
4. Pohjentrek 8635 1129 13,01
5. Wirogunan 2706 314 11,6
6. Tembokrejo 6343 398 6,27

(* data yang di tampilkan hanya di puskesmas induk. Puskesmas pembantu belum bisa di tampilkan karena rawat jalan masih manual. Sehingga sulit mendapat datanya. )

dari grafik diatas pasien yang bayar paling banyak. Yang gratis paling banyak adalah askes kemudian JPS. JPS ini mencakup asuransi keshatan swasta. Dari data diatas dapat di simpulkan bahwa kebanyakan pasien yang berobat belum menggunakan asuransi kesehatan. Kemungkinan dari yang bekerja sektor informal, JPKM belum terlaksana dengan baik. Masih beberapa RT yang mengadakan JPKM. Memang pelaksanaan JPKM tidak mudah. Ini terkendala oleh beberapa faktor. Silahkan di cari solusinya. program PKM harus bekerja keras nih.

Kelompok umur yang terbanyak justru antara 20 – 44 tahun, disusul 45th-54 th, kemudian 1-4 th. Dari kondisi ini perlu di perhatikan saat menentukan progam unggulan ataupun inovasi. Mungkin perlu di ambil inovasi yang segmen nya adalah kelompok umur 20- 54 th. mungkin ada pakar yang bisa memberi ide ?

Jumlah penderita Hypertensi ( kode 1200) baru tiap bulan diatas 10 orang.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.