Oleh: purworejopkm | 4 Agustus , 2007

KEHAMILAN, PERSALINAN DAN PASCA MELAHIRKAN

Setiap orang tua merindukan memiliki anak yang sehat dan cerdas. Untuk itu calon bayi perlu dirawat sejak dalam kandungan bahkan sebelum terjadinya pembuahan itu sendiri. Kondisi kesehatan (fisik dan mental) calon ibu jauh sebelum hamil bahkan semasa remaja merupakan prasyarat bayi yang sehat dan cerdas.


Berapakah usia yang dianggap ideal untuk hamil?

Kesiapan seorang perempuan untuk hamil atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam tiga hal, yaitu kesiapan fisik, kesiapan mental/emosi/ psikologis dan kesiapan sosial/ekonomi.

atas^


Apa yang disebut dengan kesiapan fisik?

Secara umum, seorang perempuan yang disebut siap secara fisik jika ia telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya, yaitu sekitar usia 20 tahun, ketika tubuhnya berhenti tumbuh. Sehingga usia 20 tahun bisa dijadikan pedoman kesiapan fisik. image001

atas^


Apa yang dimaksud dengan kesiapan mental/emosi/psikologis?

Yang dimaksud dengan hal tersebut adalah saat dimana seorang perempuan dan pasangannya merasa telah ingin mempunyai anak dan merasa telah siap menjadi orang tua termasuk mengasuh dan mendidik anaknya. image002

atas^


Kesiapan sosial/ ekonomi yang bagaimana perlu kamu ketahui?

Secara ideal jika seorang bayi dilahirkan maka ia akan membutuhkan tidak hanya kasih sayang orang tuanya, tetapi juga sarana yang membuatnya bisa tumbuh dan berkembang. Bayi membutuhkan tempat tinggal yang tetap. Karena itu remaja dikatakan siap jika ia bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti pakaian, makan- minum, tempat tinggal dan kebutuhan pendidikan bagi anaknya. image003Dalam hal ini meskipun seorang remaja perempuan telah melampaui usia 20 tahun tetapi ia dan pasangannya belum mampu memenuhi kebutuhan sandang pangan dan tempat tinggal bagi keluarganya maka ia belum dapat dikatakan siap untuk hamil dan melahirkan.

atas^


Apa yang terjadi jika kamu menikah/hamil pada usia sangat muda (di bawah 20 tahun)?

Remaja dimungkinkan untuk menikah pada usia di bawah 20 tahun sesuai dengan Undang-undang Perkawinan No.1 tahun 1979 Yang menyebutkan usia minimal menikah bagi perempuan adalah 16 tahun dan bagi laki-laki 18 tahun. Tetapi tetap perlu diingat ketiga kesiapan di atas, karena perempuan yang belum mencapai usia 20 tahun sedang berada di dalam proses pertumbuhan dan perkembangan fisik. Karena tubuhnya belum berkembang secara maksimal, maka perlu dipertimbangkan hambatan/kerugian antara lain:

  • Ibu muda pada waktu hamil kurang memperhatikan kehamilannya termasuk kontrol kehamilan. Ini berdampak pada meningkatnya berbagai resiko kehamilan
  • Ibu muda pada waktu hamil sering mengalami ketidakteraturan tekanan darah yang dapat berdampak pada keracunan kehamilan serta kekejangan yang berakibat pada kematian
  • Penelitian juga memperlihatkan bahwa kehamilan usia muda (di bawah 20 tahun) sering kali berkaitan dengan munculnya kanker rahim. Ini erat kaitannya dengan belum sempurnanya perkembangan dinding rahim.

Dari pertimbangan psikologis. Remaja masih merupakan kepanjangan dari masa kanak-kanak. kebutuhan untuk bermain dengan teman sebaya, kebutuhan untuk diperhatikan, disayang dan diberi dorongan, masih begitu besar sebelum ia benar-benar siap untuk mandiri. Wawasan berpikirnya belum luas dan pada umumnya emosinya belum cukup matang untuk bisa menghadapi kesulitan, pertengkaran yang ditimbulkan pasangan hidup dan lingkungan rumahtangga sekitarnya. Hal lain yang penting adalah apakah mereka telah mampu mandiri dalam hal ekonomi.

Dengan demikian, jika seorang perempuan remaja harus menikah pada usia yang sangat muda, untuk dapat memenuhi ketiga kebutuhan di atas, dia dapat menunda kehamilannya sampai ia berusia diatas 20 tahun. Sehingga ia mempunyai peluang untuk melahirkan bayi lebih sehat dengan cara yang lebih mudah.

atas^


Tanda-tanda kehamilan pada perempuan meliputi:

  • Tidak datang haid
  • Pusing dan muntah pada pagi hari
  • Buah dada membesar
  • Daerah sekitar puting susu menjadi agak gelap
  • Perut membesar image004

atas^


Bagaimana proses terjadinya kehamilan dan perkembangan janin?

Kehamilan merupakan sebuah proses diawali dengan keluarnya sel telur yang telah matang dari indung telur. Ketika telur yang matang itu berada pada saluran telur dan pada saat itu ada sperma yang masuk dan bertemu dengan sel telur maka keduanya akan menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh.

Sel telur yang dibuahi membentuk sel pertama yang disebut zygote. Dengan cara membelah dari satu sel menjadi dua sel lalu membelah menjadi 4 sel dan seterusnya berkembang sambil bergerak menuju rahim. Sesampainya di rahim hasil konsepsi tersebut akan menanamkan diri pada dinding rahim(uterus), sel yang tertanam tersebut disebut embrio.

Jika embrio tersebut bertahan hingga dua bulan untuk selanjutnya dia akan disebut janin (fetus) sampai pada saat bayi dilahirkan.

Perkembangan janin dibagi dalam tiga tahapan besar, pertama adalah perkembangan pada triwulan I, mulai dari zygote terbentuk sampai janin berusia tiga bulan perkembangan terpusat pada perkembangan fungsi-fungsi organ seperti: otak, jantung, paru-paru.

Triwulan II(bulan empat, lima dan enam) pertumbuhan terpusat pada anggota tubuh: kaki, tangan, jari-jari.

Triwulan III, dapat dikatakan bahwa pertumbuhan sebagian besar telah lengkap. Sehingga jika janin terpaksa dilahirkan pada saat itu bayi dapat hidup dan dibesarkan di luar rahim dengan menggunakan alat pemanas yang suhunya diatur seperti suhu di dalam kandungan ibunya. Di dalam rahim, janin akan tumbuh dalam kantung yang berisi cairan yang disebut ketuban sehingga janin terlindungi ketika sang ibu mengalami guncangan atau benturan.

Cairan ini hangat membuat janin cukup nyaman untuk mengapungkan dirinya. Janin hidup dan tumbuh berkat adanya tali pusat yang menghubungkan janin dan ibu dan menyalurkan oksigen dan zat-zat makanan kepada janin. image005

Kualitas bayi nantinya sangat dipengaruhi nilai gizi yang dikonsumsi oleh ibunya selama kehamilan. Ibu yang mengkonsumsi obat-obatan, alkohol, merokok dan makan makanan yang tidak bergizi akan mengancam atau menimbulkan masalah bagi kesehatan bayinya. Sebaliknya ibu yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang baik, cukup istirahat, terhindar dari perasaan tertekan, memiliki kemungkinan terbaik untuk melahirkan bayi yang sehat.

atas^


Perawatan kehamilan apa saja yang perlu kamu ketahui?

Beberapa tip yang perlu diperhatikan pada masa kehamilan:

  • Pemeriksaan kehamilan pertama dilakukan pada akhir minggu ke 16 (bulan keempat kehamilan) untuk melihat adanya penyakit (anemia, penyakit menular seksual, malaria). Dianjurkan pemberian tablet zat besi dan imunisasi TT pertama pada ibu hamil.
  • Pemeriksaan kehamilan kedua dilakukan pada bulan ke 6 atau ke 7 dari kehamilan. Pada saat tersebut diberikan imunisasi TT kedua.
  • Pemeriksaan kehamilan ketiga dilakukan pada bulan ke 8, untuk kemungkinan keracunan kehamilan dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, kaki dan tangan (ada atau tidaknya pembengkakan), keluhan pusing dan pandangan kabur, serta mulai merencanakan tempat dan penolong persalinan.
  • Pemeriksaan keempat dilakukan pada bulan ke 9, yaitu dengan memeriksa posisi atau letak bayi dan sekali lagi memastikan tempat dan penolong persalinan.
  • Makan makanan bergizi yang seimbang.
  • Menghindarkan diri dari kebiasaan buruk seperti merokok serta minuman beralkohol.
  • Menjaga kebersihan.
  • Menjaga kestabilan emosi (jangan mudah marah, murung, upayakan selalu ceria). image006

atas^


Beberapa faktor penyebab kehamilan dan persalinan menjadi beresiko tinggi

  • Usia ibu yang kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
  • Jarak kehamilan kurang dari 3 tahun
  • Jumlah anak sudah lebih dari 3 orang
  • Riwayat kehamilan dan persalinan yang buruk (persalinan macet, operasi, lahir mati, lahir prematur, kehamilan kembar, atau mengalami keguguran 3 kali berturut-turut)
  • Adanya kelainan letak bayi dalam kandungan.

atas^


Beberapa tanda bahaya dalam kehamilan yang perlu diwaspadai

  • Terjadi perdarahan
  • Pengeluaran cairan pada kehamilan
  • Pucat dan berat badan kurang dari 45 Kg.
  • Gejala kejang yang timbul tiba-tiba
  • Pembengkakan di tubuh terutama pada kaki, pandangan kabur, dan sering sakit kepala.
  • Tekanan darah yang meningkat
  • Demam dengan temperatur suhu diatas 38 derajat celcius

Bila tanda-tanda ini muncul perlu dilakukan rujukan ke rumah sakit dimana persalinan harus segera ditolong tenaga medis. image007

atas^


Apa yang harus diketahui Ibu untuk perawatan bayi ?

  • Segera menyusui setelah melahirkan, berikan ASI yang pertama keluar (disebut kolostrum dan berwarna kuning) pada bayi karena mengandung zat kekebalan dari ibu.
  • Memberikan imunisasi kepada bayi karena imunisasi dapat melindungi bayi dari bahaya terserang penyakit menular seperti difteri, batuk rejan, tetanus, polio, TBC dan campak.
  • Memberikan ASI secara ekslusif selama 4 bulan, kemudian baru makanan tambahan yang mengandung gizi yang baik sesuai dengan umur bayi.

atas^


Apa yang perlu kamu Ketahui tentang ASI?

  • Air Susu Ibu yang pertama keluar (Kolostrum) dan berwarna kuning merupakan susu yang bersih dan makanan yang paling cocok untuk bayi, serta mengandung kadar zat kekebalan untuk melindungi bayi dari penyakit menular.
  • ASI mengandung gizi yang bernilai tinggi untuk pertumbuhan dan kecerdasan bayi.
  • ASI mudah dicerna dan dihisap, tidak menyebabkan susah buang air besar dan alergi, selalu bersih dan segar serta mempunyai suhu yang sesuai untuk bayi dan anak. Juga dapat langsung diminum setiap saat dibutuhkan.
  • ASI dapat menjalin hubungan batin yang erat bagi bayi dan ibunya.
  • Pemberian ASI secara ekslusif (tanpa memberikan makanan tambahan apapun) diberikan sampai bayi berumur 4 bulan. image008

atas^


Apa yang harus diketahui untuk perawatan ibu setelah melahirkan?

  • Melakukan perawatan payudara untuk membantu keberhasilan ibu dalam menyusui bayinya (memperlancar dan memperbanyak ASI)
  • Makan hidangan bergizi terutama yang mengandung banyak zat besi. Jika dirasakan kurang maka perlu mengkonsumsi tablet besi yang dosisnya menurut anjuran petugas medis.
  • Menjaga kebersihan diri, tetapi sebaiknya tidak melakukan cara-cara tradisional yang berbahaya misalnya meletakkan abu yang sudah dipanaskan pada luka vagina.
  • Melakukan senam secara teratur setelah persalinan.
  • Melakukan pemeriksaan pasca persalinan kepada mereka yang ahli. image009

atas^


Bagaimana cara menunda kehamilan?

Kita bisa mengatur kehamilan dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut:

» Metode alami: dengan cara pantang berkala (sistem kalender)
Perlu diingat metode ini dapat dilakukan jika perempuan memiliki daur menstruasi yang cukup teratur, perlu diketahui bahwa tidak semua perempuan yang memiliki daur menstruasi yang teratur, dan setiap perempuan memiliki daur menstruasi sendiri-sendiri. Karena itu sangat dianjurkan untuk meminta petunjuk petugas medis yang bisa membantu menentukan masa subur kita.

» Metode hormonal:
Yang dimaksud metode hormonal adalah metode pencegahan kehamilan dengan memasukkan hormon/zat tertentu ke dalam tubuh kita, image010baik yang berupa pil, suntikan ataupun susuk. Untuk perempuan yang berusia di bawah 20 tahun kurang dianjurkan untuk menggunakan metode ini, karena dikhawatirkan zat/hormon tersebut dapat mengganggu proses pertumbuhan fisik yang sedang berlangsung. Perlu juga diwaspadai akibat sampingan pemakaian kontrasepsi seperti pusing terus menerus, rasa mual, menstruasi menjadi tidak teratur, pengurangan atau pertambahan berat badan yang cukup menyolok. Jika hal-hal tersebut terjadi sebaiknya perempuan mengganti cara pengaturan kehamilannya. image011

» Metode AKDR:
Metode ini dilakukan dengan cara memasang alat yang biasa disebut spiral atau AKDR di dalam rahim. Kita membutuhkan bantuan petugas medis untuk memasang alat tersebut. Kita membutuhkan pemeriksaan kesehatan yang cermat sebelum memakai AKDR ini. image012

» Metode operatif:
Metode ini lazim disebut sterilisasi atau vasektomi untuk laki-laki dan tubektomi untuk perempuan. Metode ini membutuhkan tindakan operasi sederhana yang hanya dapat dilakukan oleh dokter yang telah dilatih khusus. Metode ini hampir tidak pernah dilakukan terhadap pasangan yang tidak mempunyai anak.

» Kondom:
Metode ini dinilai bermanfaat baik untuk mencegah kehamilan maupun untuk mencegah penularan penyakit menular seksual jika dipergunakan dengan cara yang benar (lihat bab tentang PMS). Kondom juga baik untuk digunakan sebagai pelengkap dari metode alami. Jika perempuan tidak yakin apakah dia berada pada masa tidak subur, maka kondom bisa digunakan sebagai pelindung ganda untuk mencegah kehamilan. image013

atas^


Apa yang perlu kamu ketahui tentang kehamilan yang tidak diinginkan ?

Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) adalah suatu kehamilan yang oleh karena suatu sebab maka keberadaannya tidak diinginkan atau diharapkan oleh salah satu atau kedua-duanya calon orang tua bayi tersebut.

atas^


Apa saja penyebab KTD pada remaja?

  1. Karena kurangnya pengetahuan yang lengkap dan benar mengenai proses terjadinya kehamilan, dan metode-metode pencegahan kehamilan. Hal ini bisa terjadi pada remaja yang belum menikah maupun yang sudah menikah. KTD akan semakin memberatkan remaja perempuan jika pasangannya tidak bertanggung jawab atas kehamilan yang terjadi. image014
  2. Kehamilan yang tidak diinginkan bisa terjadi akibat tindak perkosaan. Dalam hal ini meskipun remaja putri memiliki pengetahuan yang cukup, tetapi ia tidak bisa menghindarkan diri dari tindakan seksual yang dipaksakan terhadapnya, sehingga bisa dipahami jika ia tidak menginginkan kehamilannya. image015
  3. Kehamilan yang tidak diinginkan bisa terjadi pada remaja yang telah menikah dan telah menggunakan cara pencegahan kehamilan tetapi tidak berhasil (kegagalan alat kontrasepsi). image016

atas^


Apa kerugian dan bahaya pada remaja?

Kerugian dan bahaya KTD pada remaja.

  1. Karena remaja atau calon ibu merasa tidak ingin dan tidak siap untuk hamil maka ia bisa saja tidak mengurus dengan baik kehamilannya. Yang seharusnya ia mengkonsumsi minuman, makanan, vitamin yang bermanfaat bagi pertumbuhan janin dan bayi nantinya bisa saja hal tersebut tidak dilakukannya. Begitu pula ia bisa menghindari kewajiban untuk melakukan pemeriksaan teratur pada bidan atau dokter. Dengan sikap-sikap tersebut di atas sulit dijamin adanya kualitas kesehatan bayi yang baik.
  2. Sulit mengharapkan adanya perasaan kasih sayang yang tulus dan kuat dari ibu yang mengalami KTD terhadap bayi yang dilahirkannya nanti. Sehingga masa depan anak mungkin saja terlantar. image017
  3. Mengakhiri kehamilannya atau sering disebut sebagai aborsi. Di Indonesia aborsi dikategorikan sebagai tindakan ilegal atau melawan hukum. Karena tindakan aborsi adalah ilegal maka sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan karenanya dalam banyak kasus jauh dari jaminan kesehatan (unsafe). image018

atas^


Apa saja yang mungkin dilakukan oleh remaja yang mengalami KTD ?

Sebagian remaja bisa saja ingin mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan dengan cara-cara yang tidak aman malah berbahaya bagi kesehatannya sendiri, misalnya:

  1. Meminum ramuan atau jamu baik yang dibuat sendiri maupun yang dibeli.
  2. Memijat peranakannya atau mencoba mengeluarkan janin dengan alat-alat yang membahayakan dengan bantuan dukun pijat.
  3. Meminum obat-obatan yang diberikan oleh dokter atau bidan.

Cara-cara tersebut di atas bisa mengakibatkan perdarahan, infeksi hingga kematian si calon ibu. Jika dengan cara-cara tersebut kehamilan tidak berhasil diakhiri kemungkinan janin mengalami kecacatan mental maupun fisik dalam masa pertumbuhannya.

atas^


Apa dampak aborsi?

Aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan. Aborsi yang dilakukan secara sembarangan yaitu oleh mereka yang tidak terlatih untuk melakukan hal tersebut dapat berdampak pada kematian bagi ibu hamil. Perdaharan yang terus menerus serta infeksi yang terjadi setelah tindakan aborsi merupakan sebab utama kematian wanita yang melakukan aborsi. Di samping itu aborsi juga berdampak pada kondisi psikologis. Perasaan bersalah seringkali menghantui pasangan khususnya wanita setelah mereka melakukan tindakan aborsi.

Oleh karena itu konseling mutlak diperlukan kepada pasangan sebelum mereka memutuskan untuk melakukan tindakan aborsi. Tindakan aborsi harus diyakinkan merupakan tindakan terakhir jika alternatif lain sudah tidak dapat diambil.


Responses

  1. kira-kira berapa hari sperma bisa bertahan didalam rahim?

  2. mbak tyas , Ada 2 teori: 48 jam atau 3 hari.

  3. tolong jelaskan tentang mekanisme persalinan normal

  4. bagaimana cara rehabilitasi medik untuk menguatkan dan merelakskan otot-otot yang sudah bekerja keras saat hamil dan melahirkan? Apa yang bisa dilakukan di rumah? Terimakasih

  5. to naya : trims atas kunjunganya. mekanisme persalinan normal dapat anda lihat di halaman ini : http://www.geocities.com/Yosemite/Rapids/1744/cklob15.html

  6. to amin : rehabiltasi medis pasca melahirkan dapat anda lihat di halaman berikut : http://www.tabloid-nakita.com/Khasanah/khasanah04158-01.htm

  7. makasih banyak yah…bwt infonya,,,^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: