Oleh: purworejopkm | 21 Oktober , 2008

ARAH PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PUSKESMAS

mungkin saat ini masih belum ada praktisi IT yang mengulas pembangunan IT di puskesmas. mungkin karena hanya memberi keuntungan sedikit atau faktor lainya. untuk itu saya mencoba memaparkan uneg -uneg semoga memberi manfaat. karena semua ide yang terlintas dalam hati adalah karunia Alloh SWT dan bukan milik saya.

latar belakang penulisan ini berawal dari pengamatan saya mengenai sistem informasi puskemas yang sulit berkembang . kemudian membantu indonesia dicap datanya kurang bisa dipercaya oleh badan dan organisasi asing. akhirnya perencanaan dan pengambilan keputusanmaupun advokasi hanya berdasar kebiasaan masa lalu ( kegiatan warisan ).Yang belum tentu masih sesuai kondisi sekarang. Dari perencanaan yang tidak matang tentunya hasilnya akan kurang memuaskan. akhirnya para pembuat keputusan tidak membuat keputusan berdasar data, dan mengandalkan insting. Atau mengekor trend. misalnya ada yang mempunyai ide posyandu lansia semua posyandu lansia. ada DDTK, semua membikin DDTK. ( apa ini juga warisan ya ? demi keseragaman).coba kalau punya data yang valid. misalnya mau menentukan program inovatif tentu dilihat dulu siapa pelanggan yang banyak. dari golongan umur berapa ? problem yang banyak apa ? dan lain sebagainya.

dari kebutuhan itu tentu diperlukan arah pembangunan sistem informasi yang benar. untuk mencegah biaya yang sia -sia. karena uang yang kita keluarkan harus kita pertanggung jawabkan baik kepada rakyat maupun pada Alloh SWT. kalau kita membuat proyek sekedar agar anggaran bisa diserap tentu mubadzir. mungkin sesaat kita mendapat uang. tetapi apa memberi manfaat ?. jika terus begini apapun bentuk organisasi itu pasti akan hancur. baik swasta maupun pemerintah,. hanya menunggu waktu. karena operasionalnya tidak memberi kemashalatan ( keuntungan ).

kesimpulannya kebutuhan data yang valid adalah mutlak perlu. mungkin ada yang bilang ah itu kan untuk swasta yang penuh kompetisi. lain dong dengan pemerintah. pemerintah kan tidak punya saingan. pemerintah kan yang membuat keputusan. itu adalah pemikiran yang sempit. mari kita lebarkan pemikiran kita. bahwa pemerintah juga mempunyai kompetitor ( saingan ). siapa dia ? dia adalah pemerintah negara lain. Lho kok bisa ?. coba kita lihat di koran atau televisi. tidak perlu keluar negeri untuk membuktikanya. Ada flu burung yang masih mengenai unggas – unggas kita. tentu kita membayangkan bagaimana penangananya kok masih ada. padahal dinegara lain sudah di lokalisir dan tidak perlu menular ketempat lain. ada kelalaian ini dan itu banyak di ungkap di media. sehingga ada negara yang memberi travel warning ke negara kita. dan yang di rugikan sektor usaha. wah jadi jauh.

kembali ke komputerisasi di puskesmas. untuk mengawali yang harus dilihat adalah berapa jumlah komputer yang ada . Jika hanya ada di Puskesmas induk saja maka disarankan difokuskan untuk kegiatan di puskesmas induk saja. kecuali jika banyak tenaga. tergantung situasi. Jika di Pustu belum ada komputer, dari pengamatan saya ada dua pendekatan yang di lakukan :

1. Pustu memasukan data ke Puskemas induk di entry sama dengan puskesmas induk. Ini dilakukan oleh beberapa kabupaten yang sangat antusias melakukan komputerisasi. Mereka ingin cepat terlihat hasilnya.

keuntungannya adalah :

a. data yang di olah lebih valid*( lepas dari unsur salah rekap tetapi ada kemungkinan salah entry).

b. Pengolahan menjadi informasi menjadi lebih variatif karena data lebih lengkap.

Kelemahannya :

a. Petugas pustu harus 2 kali kerja. pertama, petugas mencatat rekam medis di kertas. kemudian baru dibawa ke puskesmas induk untuk di masukkan ke komputer. Ini tentu berat jika jumlah karyawan terbatas. lagi pula tentu tidak efisien membayar karyawan untuk melakukan satu kegiatan tetapi dikerjakan dua kali.

b. Keuntungan hanya dirasakan bagian pelaporan. sedangkan bagian pelayanan tidak bisa memanfaatkan fasilitas dari software. misalnya deteksi gizi buruk, deteksi mencegah daftar berulang. ada juga informasi interaksi obat yang sangat banyak untuk dihafalkan.Apalagi masyarakat pengguna, mereka tidak akan merasakan perubahan pelayanan.

2. Pustu masih manual. data rekap saja di masukkan ke Puskesmas Induk.

Keuntungan :Petugas pustu tidak perlu 2 kali entry data.

Kelemahan : data mudah dimanipulasi . karena laporan pustu hanya angka. sehingga mudah di ubah. berbeda jika harus di laporkan nama, alamat dan lainya. tentu lebih sulit dimanipulasi. apalagi jika di break down ke kader.

Dari kondisi komputerisasi puskesmas induk, arah selanjutnya disarankan ke pustu dan posyandu. cara ini saya lihat belum ada yang mengimplementasikan.Beberapa pengembang langsung membuat software pengolah data rekapan di kesehatan kabupaten/kota. mereka mungkin mempunyai asumsi bahwa data puskesmas sudah dalam bentuk elektronik semua.Padahal kenyataannya komputerisasi hanya di puskemas induk. jika di coba maka di dinkes pun akan tejadi 2 kali kerja. akhirnya software di dinkes pun wasalam.

ada beberapa yang mempunyai ide integrasi data antar puskesmas. saya kira perlu di kaji ulang. karena berdasar kenyataan rujukan pengobatan antar puskesmas proporsinya sangat sedikit. Dibandingkan dengan rujukan puskesmas pembantu dengan puskesmas induk. perpindahan antar puskesmas induk biasanya bukan karena alur yang sewajarnya. biasanya karena masalah non teknis misalnya kepuasan pelayanan, perpindahan domisili. operasional integrasi ini terbilang mahal. mungkin dengan sentralisasi database di satu tempat misalnya dinkes,atau saling mengirim database ke masing – masing puskesmas dalam jangka waktu tertentu. jika di bandingkan dengan keuntungan dan jumlah orang yang bisa di layani.jika pustu / posyandu sudah terintegrasi, maka saya yakin validitas data puskesmas meningkat jauh. pelayanan lebih cepat. kepuasan pasien meningkat. pencatatan logistik lebih tepat. ini memberikan keuntungan dalam hal anggaran.

Langkah selanjutnya adalah komputerisasi kegiatan luar gedung yang melibatkan banyak orang. agar lebih kelihatan memberi banyak manfaat. saya sarankan kegiatan Posyandu. karena Posyandu melibatkan seluruh tenaga di Pustu, juga melibatkan beberapa kegiatan yaitu imunisasi, gizi, pelayanan ibu hamil. jika data ini tercover dengan baik, maka indikator penting pelayanan kesehatan bisa di analisa lebih bermakna.

selain langkah diatas mungkin perlu dilakukan permintaan data elektronik pasien di tempat pelayanan sektor swasta dan Rumah sakit. tentu ini sangat sulit di implementasikan. tetapi ini adalah mimpi yang harus di perhatikan dan di persiapkan.


Responses

  1. Tulisan sip pak.. ijinkan saya menyimpan.šŸ™‚

    • terima kasih ada yang mau baca. silahkan

  2. Wah kejutan nih

    • biasa saja koq. selamat datang dr edy.

  3. Kami di Puskesmas Sungai Ayak sudah menerapkan Sistem Informasi berbasis komputer sejak tahun 2007. Cara pemasukan (entry) data persis seperti yang anda uraiakan yaitu di Puskesmas Induk, data diambil dari kartu rawat jalan. Sedangkan Pustu dan Polindes, setiap bulan mengirimkan data pengunjungya berupa register pasien yang memuat secara lengkap, nama, umur, jenis kelamin, alamat, diagnosa penyakit, dan lain-lain yang diperlukan dalam entry data. Pustu dan Polindes tidak lagi mengirimkan LB1, Laporan Kunjungan, dan lain-lain yang sumbernya dari register pasien. Data ini kami anggap cukup valid karena angkanya tidak sembarangan bisa diubah. SIMPUS yang kami pakai ini adalah buatan sendiri. Dan laporan serta grafik yang dihasilkan yaitu LB1, Visite Rate, Surveilans, Diare, ISPA, Malaria, dan Setoran Retribusi.
    Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tulisan kami di http://www.pkmsungaiayak.co.cc

    • selamat ya puskesmas sungai ayak. memang dengan komputerisasi akan mempercepat kerja kita. dengan berbagai pilihan software kita bisa menggunakan sesaui dengan kemampuan dan keadaan. yang penting saling mengisi dan jangan saling menjelek kan. tapi yang perlu di ingat adalah back up. karena rentannya data elektronik di banding dengan kertas.

  4. Salam kenal kepada seluruh pegawai pkm Purworejo dari kami Puskesmas Sangatta Kab. Kutai Timur Kaltim.

    silakan kunjungi kami.. mohon kritik dan saran karena kami baru belajar bikin blog.

    • selamat datang juga kepada rekan dari puskesmas sangatta. selamat bergabung di dunia tanpa batas ini. blognya masih baru ya. wah. masih rajin nulis nih. be creative ya.

  5. tampilan n isi udah bagus banget nih, terus foto – foto puskesmas dan penghuninya kok g ada, jgn2 ada tulisannya aj tp gak ada puskesmasnya hehe tp selamat y bwt pkm purworejo yang udah punya blog, semoga pkm2 yang lain bisa ngikutin jejaknya

    • gambar puskesmasnya di atas itu loh. yang ada lautnya. puskesmasnya ditutupi bukit. jadi tidak kelihatan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: